KUNJUNGAN INDUSTRI 2013 Jurusan UPW   1 comment


  1. Laporan Kunjungan Industri UPW 2013
    Laporan Kunjungan Industri UPW 2013 oleh Saramitha Kharisma Adella Kelas X UPW 1

    Laporan Kunjungan Industri UPW 2013 oleh Saramitha Kharisma Adella Kelas X UPW 1

    Perkebunan Teh Tambi

Lahan Teh Tambi dulunya adalah perkebunan milik pemerintah Hindia Belanda yang ditanami dengan pohon Kina. Kemudian pemerintah Hindia Belanda membagi lahan tersebut untuk ditanami 2 jenis pohon atau tumbuhan yaitu pohon kina dan teh. Hal itu terjadi pada tahun 1865.Perkebunan teh dan kina  tersebut dikerjakan oleh para buruh di Indonesia yang diberi upah sangat minim dan hasil dari perkebunan tersebut di bawa ke belanda untuk diolah.Perkebunan tersebut dikelola oleh kongsi dagang VOC yang memantau daerah dieng,Jawa.

Pada tahun 1867 , Kongsi dagang VOC mengalami kebangkrutan atau gulung tikar yang dikarenaka para pegawai belnda yang menjabat banyak yang melakukan korupsi, oleh karena itu kantong dana VOC mengalami penurunan yang signifikan, sehingga untuk menyelamatkan kondisi tersebut pemerintah Hidia Belanda menjual perkebunan teh dan kina tersebut kepada Sindoro Sumbing yang bekerja sama dengan Pemda Tambi.Kemdian keduanya membangun  perkebunan tersebut secara bersama, tetapi masih menerapkan system perkebunan yang telah lama dijalankan oleh pemerintah Hindia Belanda.Dan dengan pembagian saham sebesar maing-masing 50%, perkebunan tersebut diberi nama Perkeunan Teh Tambi.

Pada era sekarang ini, perkebunan teh Tambi dijual ke Indo Global Galang Pamitra (IGP) Provinsi Jawa Tengah dan sudah dikelola sedemikian hebat sehingga mampu menjadi pemasok teh besar di daerah JawaTengah dan telah memasok teh siap olah kebeberapa perusahaan minuman teh yang besar di Negara Indonesia.

 Letak Geografis Perkebunan

Perkebunan teh Tambi terletak 16 km sebelah utara Kota Wonosobo dengan ketinggian 1350 m diatas permukaan laut dan memiliki suhu rata-rata 160C-280C.Luas perkebunan teh Tambi ini adalah kurang lebih 1,89 Ha.

Dengan suhu dan ketinggian tersebut, daerah perkebunan teh Tambi adalah kawasan yang sangat sejuk, bahkan digin sehingga cocok atau sesuai sebagai tempat perkebunan yang tentu saja memperhatikan mengenai pertumbuhan dan perkembangbiakan teh.Selain pekebunan teh yang mengolahan menghasilkan produk sendiri, perkebunan ini juga merupakan agrowisata yang menerima kunjungan wisata baik dari wisatawan domestic maupun mancanegara.

Suasana yang nyaman, tenang, asri, damai, dan sejuk merupakan ciri khas dari perkebunan teh ini.Untuk menuju kesana / perkebunan teh Tambi yang berada di ketinggian 1350 m diatas permukaan laut, wisatawan tidak dapat menggunakan alat transportasi yang lebih kecil seperti local transport di daerah dieng antara lain micro bus,angkot atau sejenisnya yang berukuran setara.

Jalan menuju perkebunan teh Tambi sangat berkelok-kelok layaknya perjalanan menuju pegunungan.Kabut tebal sering sekali turun sehingga menutupi pemandangan dan membuat udara semakin dingin.Selain karena jalan terlalu sempit sehingga tidak dapat dilewati oleh big bus, penggnaan micro bus dilakukan untuk memperdayakan penggunaan local transport seperti microbus

Penanaman Teh

Di perkebunan teh Tambi dataran tinggi dieng ini, tanaman the tambi telah ditanam sejak 1865 oleh pemerintah Hindia Belanda dan diperkirakan usia tanaman the yang ada di perkebunan teh tambi kurang lebih berusia 100 tahun.Perkebunan teh ini jarang melakukan reboisasi terhadap tanaman tehnya. Hal ini dikarenakan 80%-90% tanaman teh di perkebunan ini masih sangat produktif untuk dipetik.Tetapi sudah 5-6 kali mengadakan reboisasi terhadap tanaman teh ini dalam jangka waktu 100 tahun ini.Reboisasi sendiri dilakukan karena atu lahan tanaman teh dirasa sudah kurang produktiv kemudian di bongkar dan ditanami tanaman teh yang baru.

Dipekebunan teh Tambi terdapat 12 jenis teh Kamilia Sinensis Induk The yang saling disilagkan ke 12 jenis the. Kamilia Sinensis Induk The ini berasal dari India, Cina, dan Indonesia.Negara India memiliki jenis teh antara lain, Teh asam nika kemudian Cina memiliki jenis teh Sinensia dan Indonesia memiliki jenis teh Kiara.

Kemudian ke 12 jenis teh tersebut disilangkan dan terbentuk gamet teh baru atau jenis teh baru seperti: Kiara 8, TRI 2025, TRI 2024, Gambung 1-7, Pasir Saragge dan jenis yang lain yang telah diteliti oleh Riset Institude.

Di perkebunan teh tambi di tanam pula pohon saman dan abasia yang berguna sebagai pelindung karena tanaman teh tidak tahan terhadap panas di musim kemarau.Pohon ini ditanam dipinggiran atau disela-sela tanaman teh, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan teh itu sendiri.

  • Perawatan Teh

Perkebunan teh Tambi merupakan perkebunan yang besar sehingga hasil panen yang bermutu sangat diharapkan.Hasil panen yang baik dipengaruhi oleh perawatan tanaman teh.Dalam merawat tanaman teh, perkebunan ini menerapkan system organic untuk menjaga hasil teh agar selalu berkualitas. Perkebunan ini memanfaatkan kotoran ternak,sampah organic di perkebunan teh, dan daun-daun kering untuk dijadikan pupuk pada tanaman teh tersebut.

Ketika tanaman teh terserang hama, pihak perkebunan teh membasmi hama tersebut secara manual dengan memantau atau menyetabilkan perkembangbiakan hama tersebut.Sehingga tanpa bahan kimia dalam perawatan teh, kualitas daun teh akan semakin terjaga.

  • Pemetikan Teh

Pemetikan atau pemanenan teh dilalukan pada musim panen biasanya periode 3 bulan sekali.Dau teh yang dipetik adalah pucuk daun teh yaitu antara pucuk utama yang terletak paling atas hingga tiga helai daun ke bawah.Pemetikan daun teh di perkebunan teh tambi dilakukan oleh para buruh pemetik kurang lebi berjumlah 30 orang dan dapat menghasilkan 70 ton-80 ton daun teh basah setiap harinya.

Di Perkebunan teh tambi sendiri terdapat 3 unit perkebunan yang dikelola dalam satu management.

Pemetikan daun teh sendiri dilakukan dengan tiga cara yaitu :

  1. Manual

Yaitu memetik 3 daun pucuk dengan menggunakan tangan dengan cara ibu jari dan jari telunjuk tengkurap kemudian memetik ditarik keatas dan dipatahkan.

  1. Semi Mekanis

Yaitu pemetikan daun teh dengan menggunakan gunting rumput yang dipegang oleh pemetik teh. Gunting tersebut berbentuk seperti gunting rumput tetapi memiliki tempurung.

  1. Full Mekanis

Yaitu pemetikan daun teh menggunakan mesin sepenuhnya

Hasil pemetikan akan dikumpulkan disebuah karung khusus teh berukuran besar dan selanjutnya dibawa ke pabrik untuk pengolahan hingga menjadi teh kering

 Proses Pengolahan

A. Proses Pengolahan Teh Hijau (Green tea)

1)      Proses Pelayuan

Proses pelayuan adalah proses melayukan daun-daun teh pada karpet yang berjalan di atas mesin berukuran panjang dan dilakukan kurang lebih 16 jam – 18 jam dengan dialiri udara segar (CO2).Daun-daun tersebut dialiri udara segar dengan suhu 260C dan setiap 6 jam sekali dibalik agar launya daun merata hampir 50%.Tujuan dari proses ini adalah untuk mengurangi kadar air pada daun teh hingga 48%-50% secara merata agar konsentrasi polifenol dan enzim meningkat.

2)       Proses Penggulungan

Proses penggulungan adalah menggulung daun teh agar terbentuk partikel teh. Partikel teh tersebut berbentuk gulungan kecil antara 1 cm-2 cm.Proses ini berlangsung selama 45 menit dan dikerjakan oleh mesin

3)      Proses Fermenasi

Proses Fermetasi adalah proses merubah aroma, rasa, dan warna dengan cara mengioptimalkan enzim yang terkandung pada teh yaitu enzim polifenol.Proses ini memakan waktu hingga 2 jam hingga aroma, rasa, dan warna benar-benar terbentuk seperti yang diinginkan atau maksimal.Proses ini membutuhkan kelembapan hingga 90% dengan suhu mencapai 210C.

4)      Proses Pengeringan

Proses pengeringan adalah proses memanaskan hasil teh fermentasi ke dalam mesin dengan suhu masuk yang tinggi yaitu 950C-1000C selama kurang lebih 25 menit dan suhu keluar adalah 400C-500C. Seteh proses pengeringan ini kadar air pada teh harus tinggal 3% saja dengan tujuan mencegah berkembangnya jamur dan bakteri sehingga teh tetap berkualitas baik dan tidak busuk.Namun apabila kadar air kurang dari 3% maka teh akan berwarna sangat pekat, beraroma gosong, dan berasa pahit.

5)      Proses Sterilisasi

Proses sterilisasi atau proses pemisahan adalah memisahkan jenis teh berdasarkan kandungan serat atau ukuran partikel yang ada pada teh.Setelah diketahui jenis teh tersebut, teh akan di kemas dengan takaran tertentu.

B. Proses Pengolahan The Hitam (Black Tea)

1)      Proses Pelayuan

Proses pelayuan adalah proses melayukan daun-daun teh pada karpet yang berjalan di atas mesin berukuran panjang dan dilakukan kurang lebih 16 jam – 18 jam dengan dialiri udara segar (CO2).Daun-daun tersebut dialiri udara segar dengan suhu 260C dan setiap 6 jam sekali dibalik agar launya daun merata hampir 50%.Tujuan dari proses ini adalah untuk mengurangi kadar air pada daun teh hingga 48%-50% secara merata agar konsentrasi polifenol dan enzim meningkat.

2)       Proses Penggulungan

Proses penggulungan adalah menggulung daun the agar terbentuk partikel teh.Partikel the tersebuberbentuk guungan kecil antar 1 cm-2 cm.Proses ini berlanung selama 45 menit dan dikerjakan oleh mesin

3)      Proses Fermenasi

Proses Fermetasi adalah proses merubah aroma, rasa, dan warna ngan cara mengioptimalkan enzim yang terkandung pada the yaitu enzim polifenol.Proses ini memakan waktu hingga 2 jam hingga aroma, rasa, dan warna benar-benar terbentuk seperti yang diinginkan atau maksimal.Proses ini membutuhkan kelembapan hingga 90% dengan suhu mencapai 210C.

4)      Proses Pengeringan

Proses pengeringan adalah proses memanaskan hasil the fermentasi ke dalam mesin dengan suhu masuk yang tinggi yaitu 950C-1000C selama kurang lebih 25 menit dan suhu keluar adalah 400C-500C. Setelah proses pengeringan ini kadar air pada teh harus tinggal 3% saja dengan tujuan mencegah berkembangnya jamur dan bakteri sehingga teh tetap berkualitas baik dan tidak busuk. Namun apabila kadar air kurang dari 3% maka teh akan berwarna sangat pekat, beraroma gosong, dan berasa pahit.

5)      Proses Sterilisasi

Proses sterilisasi atau proses pemisahan adalah memisahkan jenis teh berdasarkan kandugan serat atau ukuran partikel yang ada pada teh.Setelah diketahui jenis teh tersebut, teh akan di kemas dengan takaran tertentu.

Jenis-Jenis Teh

Setelah proses pengolahan selesai, maka akan diketahui jenis produk teh yang dihasilkan.PT Tambi membagi hasil pengolahan tersebut menjadi 3 grade, antara lain :

  • Grade I

Broken Orange Pekoe (BOP)

Broken Orange Pekoe Fanning (BOPF)

Pekoe Fanning (PF)

DUST

Broken Pekoe (BP)

Broken Mixed (BM).

  • Grade II

Pekoe Fanning (PF) II

DUST II

Broken Pekoe (BP) II

BT II.

  • Grade III

 Broken Mixed (BM) II

 BBL

 BTL

 DUST III.

        Tetapi secara umum jenis teh hanya terdiri dari teh hijau (green tea) dan teh hitam (black tea).

Pengemasan Teh

Produk Teh Tambi yang dipasarkan didalam negeri mempunyai kemasan kemasan yang berbeda dengan kemasan teh yang dipasarkan dimancanegara.Produk teh Tambi ini lebih dikenal oleh masyarakatsebagai teh yang memiliki khasiat obat dibandingkan dengan teh-teh biasa sebagai minuman sehari-hari.

Kemasan produk teh tambi dikemas menjadi beberapa takaran, antara lain :

  • Cap Petruk 200 g
  • Cap Cakil 100 g
  • Cap Cakil 250 g
  • Cap Gunung 100 g
  • Pecco Shouchon 125 g
  • Pecco Shouchon 250 g
  • Broken Orange Pecco 200 g
  • Broken Orange Pecco 400 g
  • Tea bag atau the celup

 Proses Pengujian Kualitas

Sebelum memasuki proses pengemasan, teh harus melewati proses uji kualitas dan uji kandungan zat yang terkandung pada hasil pengolahan teh.Pengujian kualitas ini dilakukan di sebuah ruangan khusus yang disebut ruang Tester.

Banyak sekali peraturan dan SOP (Standart Operating system) dari proses pengujian kualitas teh ini. Sebelum petugas memulai melakukan uji kualitas, petugas harus melakukan cuci tangan dengan prosedur yang benar, antara lain:

  1. Cuci tangan dengan air bersih
  2. Gunakan abun antiseptic
  3. Bilas dengan air bersih
  4. Keringkan dengan lap
  5. Gunakan cairan antiseptic

Ruangan ini adalah ruangan yang sterill, baik dari suhu ruangan, alat-alat untuk pengujian maupun petugas yang akan menguji kualitas the.Alat-alat yang digunakan antara lain :

–          Cawan

–          Cangkir

–          Pipet bening

–          Gelas ukur

–          Neraca

–          Chop sample

–          Alat pembakar

–          Kasa steril

Cara pengujian kandungan teh atau kualitas teh yang paling sederhana adalah dengan penyeduhan teh.Tentu saja pengujian ini dilakukan oleh petugas atau karyawan yang ahli.Dari hasil seduhan antara satu jenis teh dengan yang lain akan terlihat warna seduhan yang berbeda.Dan dari pengujian tersebut maka akan di peroleh data-data sebagai berikut:

  1. Light

Warna ini muncul ketika kualitas teh dalam keadaan stabil.Ciri-cirinya adalah hasil seduhan berwarna pucat.Hal ini diakibatkan oleh proses pelayuan yang kurang lama atau proses pelayauan yang terlalu cepat.

  1. Tien

Hasil seduhan ini memiliki ciri-ciri seduhan yang berwarna tipis.

  1. Bright

Hasil seduhan ini memiliki cirri-ciri air seduhan yang berwarna segar.Air seduhan berwarna ini diperoleh bila proses pengolahan fermentasi yang sempuna.

  1. Coloury

Air seduhan yang berwarna baik, warna air seduhan dapat menjadi lebih tua bila digiling terlalu kuat, pelayuan terlalu panjang dan fermentasi terlalu lama.

  1. Cream

Endapan yang timbul bila seduhan pekat didinginkan dan ditandai dengan warna yang keruh.Creaming down ini merupakan petunjuk bahwa teh ini diolah secara baik.

  1. Dark

Thiker colour air seduhan yang mempunyai warna keruh kebalikan dari warna bright.Warna air ini tidak diinginkan, hal ini disebabkan karena adanya infeksi virus bakteri atau terlalu panas pada proses pelayuan dan proses fermentasi yang terlalu lama.

  1. Dull

Warna air seduhan yang sangat pekat, memiliki rasa pahit dan aroma seperti terbakar.

Menurut informasi dari petugas, hasil seduhan berwarna kuning keemasan (tidak terlalu pekat dan tidak terlalu keruh) memiliki rasa khas, yaitu rasa yang sepet. Rasa sepet ini terjadi karena sari-sari teh benar-benar keluar sehingga kandungan tah yang baik bagi tubuh terbentuk optimal.Hal ini bagus untuk pengobatan berbagai macam penyakit.

Teh mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi proses metabolism manusia, zat-zat yang terkandung pada teh tersebut antara lain :

  1. Kafein
  2. Tain
  3. Asam nitrat
  4. Asam tasnoat
  5. Asam oxalate
  6. Mineral: tembaga, mangun, besi
  7. Vitamin E dan Vitamin K

Proses Ditribusi

Setelah teh dikemas dalam berbagai variasi kemasan, teh ini kemudian didisribusikan atau dipasakan.Distribusi hasil produk the tambi sendiri dominan dipasarkan keluar negeri dengan prosentase antara 70% – 80%, sedangkan untuk distribusi dalam negeri hanya sekitar 20% – 30% saja.

Hal ini dikarenakan minat masyarakat dalam negeri terhadap produk teh yang memiliki khasiat herbal (memiliki kandungan untuk kesehatan) masih sangat minim.Masyarakat Indonesia masih cenderung menganggap teh adalah minuman sehari-hari yang ringan untuk dikonsumsi.Sehingga masyarakat pun lebih memilih teh dengan harga yang murah dan yang telah dikenal dikalangan mereka.Mungkin masih banyak masyarakat kita yang tidak tahu tentang produk teh tambi.

Berikut adalah beberapa Negara yang menjadi komoditi eksport atau distribusi utama produk teh PT.Tambi : U.S.A, RUSIA, HOLLAND, U.E.A, INDIA, JEPANG, INGGRIS

 Karyawan PT Tambi

a.  Karyawan 3

Adalah karyawan yang memiliki pendidikan minimal SMP/Sederajat dan mengikuti training selama 6 bulan.

Contohnya : pemetik daun teh

b.  Karyawan 2

Adalah karyawan yang memiliki pendidikan minimal SMA/SMK dan mengikuti training sekurang-kurangnya selama 6 bulan.Kedudukan yang akan di berikan adalah biasanya menjadi karyawan tetap PT.Teh Tambi.

Contohnya : Vormasi : Akutansi

                    THP      : Pabrik

c.  Karyawan 1

Adalah karyawan yang memiliki pendidikan minimal D3 Atau S1. Biasanya kedudukan yang diberikan adalah tenaga ahli professional.

Contohnya : Sarjana pertanian : Control unit kebun.

Setiap karyawan akan mendapatkan tunjangan premi dan apabila karyawan tersebut pensiun, hingga anak keturunan kedua seluruh biaya kehidupan, seperti biaya sekolah, berobat, dan biaya kesejahteraan akan ditanggung oleh PT.Teh Tambi.

Struktur Organisasi

Direktur / Direksi

Kepala Bagian kebun

KASUBAG

KASI ( umum akutansi )

Pengawas

Pekerja

 Standart Operating Procedur ( SOP )

  • Good Quality Good Price
  • Good Management Good Profit
  • Good Ethics Good Busines

Dampak Bagi Masyarakat

Peusahaan PT.Teh Tambi memberikan penghidupan baru bagi masyarakat sekitar.Sekitar 50% – 60% masyarakat sekitar Tambi merupakan karyawan yang bekerja di perusahaan PT.Teh Tambi.Keuntungan dari perkebunan ini selalu tersalurkan dengan rata, sehingga perkembangan dari perkebunan ini selalu meningkat setiap tahunnya.Beberapa tahun belakangan PT.Teh Tambi juga sudah menjadi Agrowisata kebun teh yang menerima kunjungan wisatawan baik domestic maupun mancanegara.Hal ini berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Semoga seiring berjalannya waktu Industri teh tambi dapat terus menyerap Tenaga kerja dari masyarakat sekitar, sehingga pengangguran dapat berkurang dan kehidupan masyarakat Tambi dapat lebih terangkat kembali.

Posted 20 Maret 2013 by Edi Sutriyono in Kunjungan Industri, UPW Info

One response to “KUNJUNGAN INDUSTRI 2013 Jurusan UPW

Subscribe to comments with RSS.

  1. salam kenal pak guru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: