Peranan Pramuwisata   Leave a comment


Salah satu ciri penjualan produk wisata adalah pembayaran umumnya dilakukan dimuka (advance payment), artinya wisatawan membayar produk yang dibeli sementara ia sendiri belum menerima manfaat dari produk itu. Pada saat pembayaran terjadi, wisatawan hanya mendapatkan gambaran atas apa yang akan dinikmati nanti. Semuanya itu hanya diilkustrasikan dalam bentuk angan-angan. Itulah sebabnya sering dikatakan bahwa “Selling tours is selling dreams”, menjual tur itu laksana menjual mimp, brosur, itenerary hanyalah gambaran berlangsungnya sebuah tour. Ticket, voucher dan sejenisnya adalah bukti bahwa wisatawan telah melakukan pembayaran. Menjadi tugas seorang pramuwisata untuk membimbing wisatawan dalam mewujudkan mimpi tersebut. Ia menunjukkan benda atas gambar pada brosur, membawa wisatawan ke restoran untuk menunjukkan kepada wisatawan betapa lezatnya masakan masakan yang disajkansebagaiman telah diinformasikan sebelumnya.tulah sebanya seorang pramuwisata disebut sebagai petugas layanan purna jual atau after sales service.

Pramuwisata adalah orang yang pertama kali dijumpai oleh wisatawan dalam rangka mewujudkan harapan dan impian atas tur yang telah dibayarnya. Wisatawan bagaikan seorang “bocah kecil” hiruk pikuknya pasar, tidak tahu melangkah kemana sehingga membutuhkan bimbingan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Adalah tugas pramuwisata untuk menemani, mengarahkan, membimbing, menyarankan wisatawan untu mempercayakan aktivitasnya kepada pramuwisata. Maka jadilah seorang pramuwisata sebagai teman perjalanan wisatawan. Sebagai teman yang baik maka akan sangat irono apabila seorang pramuwisata memanfaatkan ketidaktahuan wisatawan untuk mengambil keuntungan untuk diri sendiri, misalnya untuk menaikkan harga barang yang dibeli wisatawan, memaksa untuk memberikan imbalan lebih dan sebagainya.

Apabila pelayanan yang diberikan oleh seorang pramuwisata selama penyelenggraan wisata kurang memuaskan wisatawan, maka sudah sewajarnya jika wisatawan mengeluh (complaint) kepada perusahaan perjalanan tempat ia membeli tour. Wisatawan akan meminta pertanggungjawaban perusahaan atas perjanjian yangb telah disepakati bersama. Ini yang harus selalu diingat oleh seorang pramuwisata, bahwa ia tidak dapat melakukan kegiatannya secara bebas, namun terikat oleh aturan tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan tempat ia bekerja. Pramuwisata harus mempertanggungjawabkan aktivitasnya kepada perusahaan yang memperkerjakannya, sebab pada dasarnya ia adalah wakil (representativ) perusahaan tersebut. Jika pelayanan yang diberikan baik, maka kesan wisatawan terhadap perusahaan akan baik, demikian pula sebaliknya jika pelayanan yang diberikan jelek maka jelek pula image wisatawan terhadap perusahaan yang diwakilinya.

Dalam skala yang lebih luas pramuwisata adalah duta bangsa atau setidaknya duta daerah tempat ia melakukan tugasnya. Apa yang diekspresikan oleh pramuwisata dianggap oleh wisatawan sebagai cermin karakter masyarakat setempat, demikian pula apa yang disampaiakn oleh pramuwisata akan dipercaya oleh wisatawan sebagai pengetahuan yang akan selalu diingat hingga kembali ke tempat asal. Mengingat hal tersebut maka seorang pramuwisata hendaknya dapat memberikan informasi dengan benar baik menyangkut negara,  kota /desa, objek wisata, budaya dan lain sebaginya.

Posted 8 Maret 2012 by Edi Sutriyono in News Flash

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: