2. Persyaratan Pramuwisata   Leave a comment

Pramuwisata adalah sesorang yang memegang peranan penting dalam kegiatan tour maupun transfer. Ia menjadi tumpuan harapan wisatawan dan perusahaan yang memperkerjakannya. Pramuwisata harus memenuhi persyaratan tertentu agar dapat mengemban amanat yang demikian berat secara profesional. Persyaratan tersebut menyangkut hal-hal yang bersifat fisik maupun psikis.

Pepatah jawa mengatakan “Ajining raga saka busana, ajining diri saka budhi” yang artinya nilai raga atau badan seseorang tercermin dari busana atau pakaian yang dikenakannya dan harga diri seseorang disebabkan oleh budi pekertinya. Pepatah ini mengisyaratkan adanya dua hal yang harus di perhaikan oleh seorang pramuwisata agar ia termasuk orang yang mempunyai budhi pekerti atau kepribadian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi seorang pramuwisata dipersyaratkan dua hal, yaitu syarat sisik dan syarat psikis.

  1. Syarat Fisik/Penampilan Pramuwisata

Pakaian, dalam pengertian ini mengandung makna yang luas, tidak sekedar baju, celana, rok, sandal dan sebagainya akan tetapi keseluruhun yang tampak dari luar diri seorang itu. Secara manusiawi kesan seseorang terhadap orang lain pertama-tama biasanya dipengaruhi oleh penampilan orang yang dihadapinya tersebut. Sebagai petugas yang pertama kali berhubungan dengan wisatawan saat penyelenggaraan tur, maka pramuwisata harus dapat berpenampilan secara maksima, karena kesan pertama akan berdampak terhadap kesan wisatawan selanjutnya sebagaiman ungkapan “the first impression is the lasting one”. Agar dapat berpenampilan diri secara prima, serasi dan menarik maka seorang pramuwisata harus memperhatikan hal-hal berikut :

Badan

Kondisi tubuh yang baik, semampai, kekar dan sebagainya bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan menarik tidaknya seseorang. Yang lebih utama adalah bagaimana memperlakukan tubuh itu dengan baik.

1)      Rambut

  • Selalu dalam keadaan rapi
  • Rambut tidak dalam keadaan basah saat menjalankan tugas, kecuali krena kondisi kerja
  • Rambut tidak dikucir
  • Rambut tidak dicat yang bukan warna aslinya
  • Panjang rambut tidak sampai menyentuh leher baju (khusus pria)

2)      Wajah

  • Raut muka selalu dalam keadaan segar dan ceria
  • Mata, hidung dan telinga selalu dalam keadaan bersih
  • Mulut selalu segar atau tidak menebarkan bau
  • Tidak berkumis atau berjenggot (bagi pria)
  • Tidak mengenakan anting (bagi pria)
  • Make up secukupnya, tidak berlebihan (bagi wanita)

3)      Anggota Badan Lainnya

  • Gigi selalu dalam keadaan bersih
  • Kuku dipotong pendek dan dalam keadaan bersih
  • Hindari bau badan

Pakaian

Pakaian tidak hanya berfungsi sebagai pelindung badan akan tetapi juga sebagai media komunikasi yang mengekspresikan ciri pribadi si pemakai maupun anggapan pemakai terhadap apa dan siapa yang dihadapi. Agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya maka dalam mengenakan pakaian hendaklah memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1)      Ciri Pribadi

Bentuk tubuh, warna kulit, usia dan sebagainya yang akan sangat berpengaruh terhadap pemilihan warna, model, bahan dan lainnya

2)      Pakaian seragam

Pakaian bagi seorang pramuwisata yang bekerja pada sebuah perusahaan perjalanan umumnya telah ditentukan oleh perusahaan tersebut yang berupa pakaian seragam. Di Bali biasanya dengan warna yang ditentukan perusahaan masing-masing. Hal-hal umum yang perlu diperhatikan oleh pramuwisata sehubungan dengan pakaian, antara lain sebagai berikut:

  • Pakaian selalu dalam keadaan bersih dan rapi
  • Kancing baju lengkap dan di kancingkan
  • Lengan baju tidak dilipat atau ditarik keatas
  • Selalu dalam keadaan bersih
  • Hindarkan penggunaan sandal saat menjalankan tugas, kecuali jika sandal merupakan kelengkapan pakaian seragam.
  • Dalam menjalankan tugas selalu menggunakan tanda pengenal (name tg, logo perusahaan, logo profesi, dll)

Sikap Badan

Perawatan badan yang baik serta penggunaan pakaian yang sesuai belum menjamin seseorang berpenampilan menarik apabila tidak didukung oleh sikap badan yang baik pula. Sikap badan berkaitan erat dengan pola gerak tubuh. Sikap badan yang baik bagi seseorang pramuwisata anatara lain sebagai berikut:

1)      Cara duduk

  • Tidak merebahkan badan pada sandaran kursi
  • Kepala tegak namun santai
  • Posisi kaki : laki-laki (sejajar dalam keadaan tegap membentuk sudut 45 derjat), wanita (agak miring, salah satu kaki di majukan)

2)      Cara berdiri

  • Berdiri dengan sikap tegap namun santai
  • Tidak memasukkan telapak tangan ke saku, bertolak pinggang atau bersedakep, lebih baik menyilangkan kedua telapak tangan di daerah perut
  • Bila berdiri di kendaraan, pilih posisi yang aman dan diperkenankan berpegangan
  • Posisi berdiri tidak menghalangi pandangan wisatawan

3)       Cara berjalan

  • Langkahkan kaki dengan mantapdan pasti
  • Pandangan ke depan
  • Tangan bebas, tidak disatukan di belakang punggung atau dimasukka ke saku
  • Tunjukkan sikap atau ucapan penghormatan jika berjalan dimuka seseorang atau sekelompok orang

2. Syarat Phisikis/Kepribadian Pramuwisata

Secara teori yang dimaksud dengan kepribadian (personality) adalah integrasi psiko-fisik sebagai resultan dari hereditas, lingkungan, dan pematangan yang bersifat unik dan dinamis serta berbeda satu dengan yang lainnya. Jelasnya kepribadian lahir karena perpaduan tiga faktor yakni hereditas (keturunan), lingkungan atau pergaulan dan waktu atu kematangan. Ketiga unsur ini saling saling berkaitan dalam membentuk satu wujud kepribadian. Karena sifatnya yang spesifik, maka setiap orang memiliki kepribadian masing-masing.

Menurut ilmu jiwa, kepribadian seseorang dapat berkembang karena dua hal yaitu bakat dan didikan. Kepribadian karena faktor bakat sulit untuk diubah atau diciptakan, akan tetapi kepibadian itu dapat di kembangkan melalui proses pendidikan. Agar dapat mengembangkan kepribadian yang menarik maka seorang pramuwisata hendaknya menampilkan sifat-sifat antara lain, sebagai berikut :

1)   Penuh Perhatian

Memberikan perhatian penuh dan tulus kepada setiap aktivitas  atau kejadian sehingga tidak menimbulkan kesan setengah hati dalam memberikan pelayanan

2)   Ketajaman Daya Ingat

Selain merupakan cermin tingkat kecerdasan, daya ingat yang tinggi juga mencerminkan penghormatan dan perhatian terhadap orang lain. Dalam hubungan wisatawan maka seorang pramuwisata yang baik akan senantiasa mengingat  nama-nama wisatawannya jika perlu panggilan kesayangannya. Wisatawan akan merasa lebih diperhatikan jika  dipanggil namanya daripada disebut, “Pak, Bu, Nona dsb”

3)   Pandai Bergaul

Dapat menyatu dengan wisatawan tanpa memandang golongan, pendidikan, profesi maupun identitas yang lain, dapat menempatkan diri sebagai bagian dari wisatawan tabpa bersikap yang berlebihan “over acting”

4)   Periang

Sifat ini dapat melahirkan suasana menyenangkan. Untuk mengukir suasana periang dalam raut muka biasakanlah bermurah senyum secara wajar dan tulus, keep smile

5)   Jujur dan dapat dipercaya

Kejujuran dan ketulusan kadang-kadang memang terasa menyakitkan akan tetapi sifat yang demikian akan memberikan keuntungan yang tahan lama. kejujuran akan menjadikan sesorang dipercaya oleh orang lain dan kepercayaan itu teramat penting sebagai awal dari sebuah pelayanan yang berhasil.

6)   Penuh Inisiatif

merupakan gagasan yang akan selalu muncul bila dihadapkan suatu wilayah, tidak bersifat menung dan pasif, akan tetapi aktif dan dinamis.

7)   Humoris

Sifat ini dapat merekatkan hubungan dan dapat menjadi jembatan keakraban. sifat ini perlu diimbangi dengan pengendalian dan ketajaman dalam membaca situasi dan suasana hati wisatawan sehingga tidak akan menimbulkan ketersinggungan .

8)   Suka Menolong

Menolong dalam artian yang tulus tidak dibatasi oleh ruang lingkup tugas yang diemban oleh pramuwisata. Pramuwisata harus ringan tangan berdasarkan naluri manusiawi bukan karena tugas semata, untuk itulah hal ini harus dilakukan dengan penuh ketulusan.

9)   Empati

Empati berarti dapat melibatkan diri dalam suasana hati wisatawan, berusaha bahwa pramuwisata telah menjadi bagian dari wisatawan

10)  Pemimpin Yang Baik

Seorang pramuwisata hendaknya memilih jiwa sebagai seorang pemimpin yang baik, bijaksana, diplomatis, antusias, tegas, disiplin, berkharisma, mampu mengorganisir dan sebagainya.

Posted 9 Maret 2012 by Edi Sutriyono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: